Hobiku

Acara buka bersama dan bakti sosial Bersama Alumni Camp Java 6.7 berjalan dengan meriah.

HOBIKU.NET – Camp Java atau Kampung Jawa adalah sebuah nama jalan di salah satu kota di Jakarta Barat, dimana sepanjang ruas jalan tersebut berdiri gedung sekolah yang di gunakan oleh STM PGRI 6 serta STM Negeri 7 kemudian berubah menjadi SMK Negeri 35. Nama jalan Kampung Jawa sendiri di gunakan menjadi nama icon bagi kedua sekolah stm ini, sedangkan nama CAMP JAVA 1918 menjadi icon pemersatu untuk kedua sekolah STM tersebut.

Pada tahun 90-an hingga dekade 2000-an stm CAMP JAVA terkenal menjadi salah satu biang kerok tawuran sekolah khususnya di Jakarta. Image itu ada mungkin karena pelajarnya yang sering ikut ribut, gebukin musuh, dan nyerang sekolah musuh. Tetapi didalam kenakalnnya pelajar stm Camp Java juga terkenal mempunyai segudang prestasi, pelajarnya pun banyak mendapat beasiswa dari beberapa instansi & banyak dicari oleh perusahaan besar karena skill dan kecerdasan otaknya.

Pada tanggal 3 juni 2018 para Alumni dan Pelajar Camp java yang tergabung dalam Forum Silahturahmi Kampoeng Jawa 6-7 (FSKJ) mengadakan buka bersama dan bakti sosial. Mereka berkerja sama dengan SDN KAPUK 09/10 PAGI Jakarta Barat.

SDN KAPUK 09/10 PAGI tempat berlangsungnya acara buka bersama.(foto by hobiku)

Banyak kegiatan positif yang di adakan dalam acara tersebut, mulai dari tausiah ramadhan yang di bawakan oleh ustad yang bahkan salah satu Alumni dari Camp Java itu sendiri.

tausiah ramadhan oleh ustad Ujang Supriyatna.(foto by hobiku)

Di saat yang bersamaan dengan tausiah yang di berikan untuk para tamu undangan, khususnya para pelajar dan alumni Camp Java para panitia juga sibuk menyiapkan takjil untuk berbuka puasa.

suasana penyiapan takjil untuk buka puasa.(foto by hobiku)

suasana penyiapan takjil untuk buka puasa.(foto by hobiku)

Dan saat adzan maghrib berkumandang yang menandakan seluruh umat muslim untuk berbuka puasa, mereka pun berbuka bersama dengan penuh hikmat kebahagiaan.

suasana saat buka bersama.(foto by hobiku)

suasana saat buka bersama.(foto by hobiku)

suasana saat buka bersama.(foto by hobiku)

Setelah itu acara di lanjutkan shalat tarawih bersama. Dan setelah shalat tarawih bersama selesai, di lanjutkan menuju acara puncak Bakti Sosial yang di berikan secara simbolis oleh alumni dan pelajar Camp Java kepada perwakilan dari guru SDN 09/10 Pagi.

pemberian bantuan untuk anak yatim piatu oleh alumni Camp Java yang di wakil kan oleh guru dari SDN 09/10.(foto by hobiku)

pemberian bantuan untuk yatim piatu oleh pelajar Camp Java yang di wakil kan oleh guru dari SDN 09/10.(foto by hobiku)

Setelah itu acara di lanjutkan ke pertunjukan seni budaya betawi ya itu lenong, dalam pertunjukan Lenong yang berjudul Fatimah jagoan Camp Java, dengan apik para pemain lenong teresebut membawakan peran mereka untuk menghibur para tamu undangan khususnya para pelajar dan alumni Camp Java.

para pemain lenong yang memberikan hiburan.(foto by hobiku)

Setelah acara hiburan selesai, ada sambutan yang datangnya dari alumni tahun 80 an. “Saya sangat mendukung acara ini sebagai jembatan pemersatu antara pelajar dan alumni Camp Java, saya juga berharap kedepannya para pelajar dan alumni Camp Java, dapat lebih kompak dan selalu memberikan hal positif di masyarakat umum, agar image negatif yang selama ini melekat dalam diri pelajar dan alumni Camp Java dapat kita hilangkan.” Ungkapnya yang saat di konfirmasi bernama Bang Rusli.

Bang Rusli saat memberikan sambutan.(foto by hobiku)

Ade Saparudin Nur selaku ketua panitia pelaksana Milad 100th Camp Java juga memberikan sambutan dengan nada serupa dengan Bang Rusli. Beliau bahkan menghimbau agar semua basis bersama panitia inti Milad 100th Camp Java untuk selalu konsentrasi dan fokus pada agenda kerja tahapan Milad.

Dalam kesempatan yang baik itu pun para alumni dan pelajar Camp Java membentuk berbagi divisi mulai dari pecinta alam, olah raga, otomotif dan lain-lainnya.

divisi futsal Camp Java.(foto by hobiku)

“Nantinya akan diberi ruang gerak dalam Stand-stand Divisi Camp Java dengan kesepakatan program ke depannya agar kegiatan yang terprogram jadi roda pemutar kegiatan yang terjadwal dan agar lebih terprogram lagi ke depannya pasca Milad 100th CAMP JAVA.” tutup Bang Ade Saparudin Nur.(arie_204/hobiku)

To Top