Fatwa Haram PUBG di Aceh, RRQ: Rasanya Sedih dan Sangat Disayangkan

HOBIKU.NET – Salah satu tim eSports Indonesia yang memiliki basis penggemar besar dan torehan segudang prestasi itu menanggapi fatwa haram PUBG di Aceh. Rex Regum Qeon (RRQ) menyayangkan hal tersebut.

Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dalam sidang yang digelar di Aula Tgk H Abdullah Ujong Rimba Sekretariat MPU Aceh sejak 17-19 Juni 2019 resmi mengeluarkan fatwa haram untuk game PUBG.

Fatwa haram untuk game online battle royale itu diputuskan dalam sidang paripurna ulama III tahun 2019, melibatkan 47 ulama anggota MPU Aceh serta sejumlah para ahli.

“Rasanya sedih, sebab (kita) tidak bisa menghakimi dari satu aspek saja,” ujar Andrian Pauline, CEO RRQ di Jakarta.

Andiran mengatakan bahwa banyak sisi positif yang bisa didapat dari bermain game. Salah satunya bisa menjadi sumber pendapatan, bagi gamer profesional yang mengikuti berbagai turnamen jelas akan membantu membuat ekonominya lebih baik lagi.

Selain itu, gegar budaya atau culture shock juga menjadi faktor penyebab salah paham terhadap game PUBG. Tak kenal maka tak sayang, hal inilah yang membuat tim RRQ rajin memberi edukasi ke berbagai lapisan masyarakat untuk pemahaman dan potensi positif dari bermain game.

Mengakibatkan kecanduan dan mengandung unsur kekerasan menjadi isu utama di balik fatwa haram ini. Ini bukan pertama kalinya PUBG menghadapi permasalahan fatwa haram, sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat sudah lebih dulu mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram untuk game ini.

Di tengah polemik fatwa haram PUBG di daerah, Bigetron (BTR) eSports baru saja berhasil membawa nama Indonesia ke kancah dunia. Menjadi runner-up dalam gelaran PMCO Asia Tenggara 2019, BTR jadi wakil Indonesia untuk berlaga menghadapi tim-tim PUBG Mobile terbaik dari seluruh dunia di PMCO Global 2019 di Berlin, Jerman.