Panel 1 Festival Relawan : Kerelawanan dalam Peningkatan Akses, Kualitas dan Kesetaraan Pendidikan

HOBIKU.NET – Jakarta, 1 Desember. Pembukaan Festival Relawan 2018 dibuka dengan flashmob bersama Nusantari yang diikuti oleh seluruh peserta dan relawan yang dilanjutkan dengan Panel pertama yang membahas “Kerelawanan dalam Peningkatkan Akses, Kualitas dan Kesetaraan Pendidikan. Panel pertama diisi oleh komunitas Semua Murid Semua Guru, KoharoTV, Nasional Akademi Nasional dan Taman Baca AlIkhlas Bantar Gerbang.

Salah satu actor yang berperan dalam Pendidikan adalah Guru dan Murid. Nah, hal ini sesuai dengan visi dari berdirinya Sebuah Komunitas yang bernama Semua Murid Semua Guru yang didirikan oleh Najelaa Shihab. Komunitas yang menjadi wadah alternatif dan jaringan untuk menyatukan keterlibatan seluruh aktor Pendidikan.

Najeela Shihab (Penggagas Semua Murid Semua guru)

Kemajuan sebuah bangsa terletak pada kualitas dan kesetaraan pendidikan bagi generasi sebuah bangsa. Dalam peningkatannya diperlukan peran dari segala pihak, “bahwa semua pihak perlu mendukung upaya menuju perubahan Pendidikan,” ucap Najelaa Shihab.

Lanjut, Najelaa bahwa Faktanya 4,1 juta anak Indonesia putus sekolah atau tidak sekolah dan hanya 30% anak SMP yang memahami dan bisa baca tapi hanya dengan kalimat sederhana.

Sama halnya pendapat Lianda Marta, bahwa pendidikan merupakan tugas bersama dalam memajukan Indonesia. Keterlibatan dirinya dalam kerelawanan mulai 2013 sebagai relawan Akber Pekanbaru dan sejak Maret 2018 ia mendapatkan kepercayaan untuk menjadi coordinator Nasional Akademi Berbagi.

Lianda Marta (Koordinator Nasional Akademi Berbagi)

Selain, semua murid semua guru, dalam panel pertama festival relawan juga menghadirkan Koharo. Pemuda yang membuat konten dengan genre Entertain, Komedi dan Edukasi. Baginya dalam belajar harus menyenangkan, hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya channel youtube Koharo TV.

Koharo (Content Creator Koharo Tv)

Sejak kecil koharo telah menyukai audio dan visual karena sering nonton bersama eyangnya. Hal inilah yang mengawali dirinya terjun dibidang produksi. “sejak sering saya menonton Video Experimental Science bersama eyang “, ucap Koharo. Menciptakan sebuah karya audio visual dalam bentuk sebuah channel berbagi video di youtube. Hasil karya yang diciptakannya merupakan bentuk sukarelawan untuk membantu semua orang belajar dari youtube.

Masnah (Pengelola Taman Baca Al-Ikhlas Bantar Gebang)

Berbeda dengan Koharo, Masnah yang lahir dari keluarga kurang mampu membuat dirinya semangat untuk berdedikasi untuk Pendidikan. Baginya untuk meyakinkan orang tua yang penting itu tidak hanya sertifikat. “karena mereka banyak merasa anak mereka lebih mending kerja daripada sekolah.”ucap Masnah kordinator Taman Baca Al-Ikhlas Bantar Gerbang.