Ilmuwan Mengungkapkan Bagaimana Cara Untuk Membalikkan Proses Penuaan Pada Manusia

HOBIKU.NET – Ilmuwan selangkah lebih dekat untuk membuka tabir misteri tentang bagaimana untuk membalikan proses penuaan pada manusia.

Mereka telah menemukan bahwa ada senyawan alami yang ditemukan didalam buah dan sayuran termasuk diantaranya terdapat pada alpukat dan brokoli dimana dapat membantu memperbaiki DNA manusia yang telah rusak oleh penuaan dan paparan radiasi.

Alhasil dengan penemuan mereka ini menarik minat dari badan antariksa Amerika Serikat NASA dan banyak menaruh harapan bahwa mungkin suatu saat hari nanti dapat membantu meningkatkan kesehatan dalam waktu jangka panjang terutama mengatasi kanker pada anak-anak.

Sebagaimana yang telah dilansir dari laman news.com.au, sejauh ini para ilmuwan dari University of NSW dan Harvard Medical School di Boston Amerika Serikat telah melakukan ujicoba senyawa tersebut yang dikenal sebagai NMN pada tikus tua.

Selanjutnya mereka berencana akan melakukan uji coba secara klinis untuk menguji keamanannya kepada 25 orang sukarelawan di akhir tahun ini di Boston.

Sebelumnya hasil dari pekerjaan penelitian mereka yang diterbitkan dalam jurnal dipamerkan pada acara bergengsi Science pada Jumat lalu. Didalam hasil penelitian tersebut mereka mempaparkan hasil ujicoba yang menunjukan efek adanya perubahan dari senyawa anti-penuaan dari NMN dialami pada tikus tua.

“Sel-sel dari tikus tua tersebut hingga kini tidak bisa dapat dibedakan dengan sel-sel muda setelah kita melakukan ujicoba dalam satu minggu dengan melakukan pengobatan menggunakan senyawa NMN tersebut,” ujar Profesor David Sinclair dalam studi utama itu.

Diketahui bahwa Profesor David Sinclair selama ini bekerja di UNSW dan Harvard. Selain itu beliau juga terkenal dengan salah satu penemuannya yang telah mengidentifikasi kualitas anti-penuaan dalam anggur merah dalam satu dekadae lalu.

“Ini adalah yang paling mendekati ke obat anti-penuaan yang aman dan efektif yang selama kita lakukan. Tidak tertutup kemungkinan itu akan terjadi dalam tiga sampai lima tahun kedepan nantinya senyawa ini akan beredar di pasaran seluruh dunia jika uji coba ini berjalan dengan baik.” Ujarnya.

NASA bekerja sama dengan Prof Sinclair serta rekan UNSW nya Dr. Lindsay Wu untuk melihat apakah NMN bisa membantu melindungi astronot dari penuaan sel-sel di dalam tubuh mereka sebelum waktunya akibat terkena radiasi kosmik.

Para ilmuwan yang memenangkan kompetisi NASA pada tahun 2016 lalu dirancang untuk membantu badan antariksa untuk mengirim mereka bersama astronot ke planet Mars untuk melakukan penelitian tersebut.

“Dalam perjalanan itu sendiri akan memakan waktu dua tahun kedepannya bahkan empat tahun sehingga memungkinan mereka akan terkena dampak radiasi kosmik dan ini memungkinkan kami untuk mengetahui yang menyebabkan sebagian jumlah besar kerusakan DNA yang dialami para astronot dari dampak itu sendiri,” Kata Dr. Wu AAP.

Para ilmuan percaya bahwa senyawa NMN juga bisa membantu memperbaiki DNA yang rusak seperti dialami oleh astronot dari dampak radiasi kosmik serta anak-anak yang mengidap kanker yang menjalani pengobatan dengan cara menggunakan radioterapi.

Dr. WU mengatakan sebagian korban kanker pada anak-anak pada umumnya menjalani metode pengobatan dengan radioterapi hal ini menurut dirinya tidaklah bagus untuk mereka. Faktanya efek dari radioterapi ini juga mempengaruhi sel-sel DNA mereka sehingga mengalami penuaan secara cepat lebih tua dari usia sebenarnya.

Hal ini tidak tertutup kemungkinan juga mereka akan mengalami beberapa macam penyakit kronis seperti jantung, diabetes dan lain sebagainya yang pada umumnya dialami oleh orang-orang dewasa dan orang tua.

“Tujuan utama kami saat ini adalah mengobati efek samping dari radioterapi karena disanalah adalah letak kebutuhan terbesar utamanya,” kata Dr Wu.

“Tidak ada yang lain diluar sana yang mampu untuk mengobati dari efek samping itu sendiri.” Tutupnya. (rob/hobiku)