Minim Kekerasan, Ketua IeSPA Tegaskan PlayerUnknown’s Battlegrounds itu Game Strategi

PlayerUnknown's Battlegrounds

HOBIKU.NET – Ketua Umum Asosiasi eSports Indonesia (IeSPA), Eddy Lim menegaskan bahwa pada dasarnya game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) lebih menstimulasi pemainnya untuk berstrategi ketimbang kekerasan.

“Teman-teman wartawan di sini pasti ada yang main PUBG kan? Coba kalau kita setelah turun dari pesawat yang pertama dilihat apa? Pasti peta, bukan berpikir bagaimana caranya langsung membunuh lawan,” ujarnya, Selasa (26/3), usai melakukan diskusi tertutup dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat terkait polemik fatwa haram PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) seminggu terakhir ini.

Menurut pandangannya, PUBG belum bisa dikatakan sebuah game yang memberikan dampak negatif secara langsung kepada pemainnya. Eddy juga mengklaim bahwa sampai saat ini, belum ada kasus di mana seseorang langsung jadi teroris atau semacamnya seperti yang dituduhkan setelah bermain game ini.

“Di Indonesia pemain game PUBG ada sekitar 30 juta. Apakah dari 30 juta orang itu langsung mempraktikan apa yang ada di dalam game setelah memainkannya? Tentu tidak dan memang belum ada kasus seperti itu,” tambahnya.

Meski demikian, dirinya tidak menampik bahwa ada sisi negatif juga pada game PUBG. Eddy menyebut bahwa dampak negatif gim ini lebih kepada waktu bermain yang tidak terkontrol.

“Saya rasa dampak negatifnya bukan kekerasan, tetapi lebih kepada waktu bermain yang tidak terkontrol. Orang yang sudah kecanduan game memang jadi sulit mengatur waktu hidupnya, seperti lupa tidur, makan, hingga kehidupan sosialnya,” tutup Eddy.

PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) adalah sebuah permainan dengan genre battle royale. Para pemain bisa bermain dengan 100 orang sekaligus secara online. Pemain bisa bermain solo, tim 2 orang, dan tim 4 orang, serta bisa mengundang teman untuk bergabung ke dalam permainan sebagai tim. Pemain atau tim yang terakhir hidup sampai akhir permainan adalah pemenangnya.