Hobiku

Rental Buku, Nasibmu Kini [Nostalgia]

HOBIKU.NET – Rental buku atau ada yang bilang namanya tempat rental komik, dan ada juga yang bilang namanya taman bacaan. karena biasanya dulu tempat ini dikenal dengan nama Taman Bacaan, maka ditulisan kali ini kita sebut saja tempat penyewaan komik dan novel seperti foto diatas sebagai Taman Bacaan.

Taman bacaan sempat eksis dan menjadi primadona dulunya dimulai tahun 70an hingga masa era teknologi internet menyerang, kira-kira akhir 90an dan awal 2000an. Usaha taman bacaan ini sangat bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup pengusahanya, bahkan tidak jarang mereka punya beberapa lapak taman bacaan dalam satu kota sekaligus.

Ditahun 70an dan 80an komik andalan mereka yang disewakan kebanyakan komik-komik dan novel dalam negri. Mulai dari Kho Ping Ho, Wiro Sableng, dan berbagai novel karangan penulis dalam negri. Memasuki tahun 90an eksistensi komik dan cerita silat lokal mulai tergerus dengan serbuan komik dari China/Hongkong, seperti Tiger Wong, Tapak Sakti dan lain sebagainya – serta komik dari jepang yang disebut manga oleh generasi sekarang, seperti  Dragon Ball, Shoot atau Kungfu Boy.

Pelangan setia taman bacaan sebagian besar adalah kalangan anak sekolahan.Biasanya anak – anak sekolah dahulu sepulang sekolah bukanya pulang ke rumah tapi malah nongkrong di taman bacaan bersama anak – anak hits pada zamannya dahulu. Biasanya mereka bersama beberapa teman yang sealiran malah lebih senang menghabiskan waktu hingga sore ditaman bacaan. Pas mau pulang kerumah tidak lupa minjam beberapa komik untuk dibawa pulang.

Jaman itu untuk komik seperti Dragon Ball biaya sewanya cuman 150 perak untuk baca ditempat dan 200 perak untuk bawa pulang. untuk cerita silat seperti wiro sableng kalau tidak salah dikenai biaya 100 perak. Sedangkan untuk buku-buku yang dibawa pulang akan dimintai jaminan uang seharga buku yang dipinjam, atau boleh juga dengan meninggalkan KTP (Penduduk/Pelajar).

Dan bagi yang terlambat mengembalikan buku yang dipinjam maka akan dikenai denda, besaran denda biasanya berbeda antara taman bacaan satu dan yang lain, dan dendanya dihitung perhari. (abdu/hobiku)

To Top