Sindi Yanti, Dari Hobi Hingga Menjadi Cosplayer dan Costum Maker Terkenal

HOBIKU.NET- Cosplay, hobi asal negara Jepang ini ternyata sudah memiliki banyak peminat di Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi informasi antar dunia, tidak sulit untuk berbagi informasi tentang anime, tokusatsu, dan cosplay.

Buktinya, kini telah banyak cosplayer asal Indonesia yang karyanya bagus dan mampu dikenal oleh pecinta culture Jepang di negara lain. Alasannya, cosplayer Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan cosplayer negara lain. Misalnya yang kini sedang popular yaitu hijab cosplay.

Mari kita sedikit mengenal hijab cosplayer asal Indonesia yang satu ini. Adalah Sindi Yanti (Instagram account, click here),Perempuan yang lahir 21 Juni 1993 ini mengawali karir hijab cosplay nya pada tahun 2011.Tentunya ini adalah keunikan tersendiri karena ia telah memodifikasi kostum karakter yang ia bawakan kedalam versi hijab.

Pertama kalinya Sindi tampil ke publik yaitu di event Jejepangan yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta tahun 2011. Sindi pada saat itu mengenakan kostum original karakter yang ia buat sendiri dan ia beri nama SYN 021.

character original buatan sindi yanti (syn 021)

Pada saat itu belum banyak hijaber yang memiliki hobi cosplay seperti Sindi, maka dari itu Sindi awalnya merasa malu dan kurang percaya diri. Banyak pro-kontra mengenai penampilannya sebagai hijab cosplayer. Bahkan Sindi pernah vakum cosplay selama setengah tahun karena sulit mendapatkan teman sesame cosplayer yang mampu mendukungnya.

Tapi lama kelamaan Sindi akhirnya menemukan teman yang mengerti tentang keunikannya tersebut. Teman-temannya akhirnya memahami keunikan hijab cosplay yang tidak patut untuk dipandang sebelah mata. Akhirnya, Sindi optimis untuk terus belajar membuat kostumnya sendiri. Ia belajar otodidak tentang menjahit dan memodifikasi kostumnya sendiri.

Semakin sering tampil dipublik, perempuan penyuka yogurt ini mendapat pujian dari banyak orang soal penampilannya.

saat Sindi Yanti menjadi Queen Elsa versi hijab

Lama-lama ada teman Sindi yang sesama cosplayer bertanya tentang kostum yang Sindi pakai, teman tersebut kaget karena ternyata kostum yang Sindi pakai harganya lebih terjangkau daripada kostum yang dijual di online shop. Selanjutnya, teman-teman Sindi meminta untuk dibuatkan kostum dengan harga yang terjangkau namun hasilnya lumayan bagus. Sindi pun membuat kostum-kostum dengan harga yang lebih murah dari yang lain karena kemampuan membuat kostum Sindi pada saat itu belum begitu baik seperti sekarang. Namun seiring berjalannya waktu, Sindi terus belajar membuat kostum dan kini hasilnya pun semakin memuaskan. Sampai pada akhirnya Sindi mendirikan online shop khusus pembuatan kostum cosplay yang diberi nama ICE WAY (Klik disini.)

Beberapa Costume buatan Sindi Yanti

Anna Kushina Hijab Version
Millian Calestia
Sword Art Online – Yuuki Asuna a.k.a Titania Hijab Version
Lady Ciel Phantomhive – Black Butler

Karena Sindi telah terbiasa membuat kostum sendiri dan juga memodifikasinya kedalam versi hijab, ia pun percaya diri dalam mengikuti kompetisi cosplay mulai tahun 2014 dan beberapa kali berhasil menjadi best costume.

Melihat keunikan yang dimiliki Sindi Yanti, ia pun diundang keacara “Hitam Putih” Trans7.

Dari situ Sindi mulai memperluas promosinya tentang dunia cosplay kepada publik, khususnya tentang cosplay hijab. Kemudian pada bulan April 2017, Sindi diundang sebagai guest star pada event “Japan Otaku Matsuri” di Malaysia. Pencapaiannya yang luar biasa ini memberikan Sindi semangat untuk terus berkarya di bidang cosplay hijab.

Walau telah sukses menjadi cosplayer hijab yang dikenal di Indonesia dan Malaysia, Sindi rupanya punya cerita pahit soal hobi nya ini. Dari mulai tidak punya teman sesame hijab cosplayer, sampai ditentang orang tua soal hobi nya ini. Orangtua Sindi merasa bahwa cosplay bukanlah sesuatu yang penting. Sindi harus fokus kuliah saja lalu lulus dan bekerja menjadi pegawai, itulah harapan orangtua Sindi.

Bahkan Sindi pernah sembunyi-sembunyi untuk mengikuti event cosplay karena tidak ingin orangtuanya marah,namun Sindi bertekad untuk menunjukkan pada orangtuanya bahwa hobi nya itu dapat membawa dampak positif bagi Sindi,ia bahkan membuktikan pada orangtuanya bahwa ia dapat lulus cumlaude walau sibuk dengan hobi cosplaynya ini.

Sindi terus bekerja keras dan belajar dari kesalahannya dimasa lalu, sampai akhirnya Sindi mendapatkan apa yang ia harapkan. Itu membuat orangtua Sindi mulai mempercayai apa yang Sindi katakan, bahwa cosplay tidak membawa dampak buruk bagi kehidupannya.

Rupanya perempuan berusia 24 tahun ini punya motto “Kreativitas itu tidak ada batasnya meskipun kita ada dalam keterbatasan.”

Ya, motto itulah yang membuat Sindi selalu bersemangat dalam menjalani hobi nya. Sindi membuktikan bahwa hijaber juga bisa melakukan cosplay, ia juga membuktikan kalau kostum low budget yang ia buat sendiri ternyata dapat bersaing dengan kostum lainnya yang bahkan didapat impor. Sindi juga berharap bisa terus berkarya lebih bagus lagi, ia ingin membawa keunikan hijab cosplay nya keranah internasional, terlebih lagi ke negara barat yang minoritas muslim. Sindi ingin mengenalkan pada dunia bahwa hijab bukanlah pembatas seorang wanita muslim dalam berkarya.

(Fira Iing/hobiku.net)