Yuki Yang, Cosplayer Yang Ingin Tampil Lebih Feminim Melalui Fashion Lolita

Yuki Yang

HOBIKU.NET – Seorang wanita cantik dan mempunyai sifat yang lembut tentu merupakan salah satu daya tarik tersendiri terutama bagi lelaki, namun ada juga wanita yang cenderung tomboy, secara fisik memang dia wanita tapi tingkah laku dan penampilannya sangat jauh dari kesan seorang wanita.

Seperti Yuki Yang, wanita yang lahir 6 juni di Pekalongan ini sejak kecil ia di didik oleh kedua orang tuanya layaknya seorang lelaki dan ia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk bertingkah laku layaknya seorang wanita.

Ketika masih kecil wanita ini selalu di beri mainan dan pakaian yang cantik seperti boneka, gaun ala cinderella dan sebagainya, tapi sebaliknya ia justru diberi mainan  mobil-mobilan dan robot-robotan, keadaan ini yang membuatnya dulu sempat bercrossdress menjadi layaknya seorang laki-laki.

Ia ingin sekali terlihat layaknya seorang wanita yang identik dengan kata “feminim”, oleh karena itu ia membuat kostum lolita yang di jahitnya sendiri agar ia terlihat lebih feminim saat memakainya.

Memang fashion lolita identik dengan wanita, seorang wanita yang memakainya akan terlihat lebih feminim dan mencerminkan gadis belia jaman dulu.

Melalui fashion lolita ia juga ingin terlihat tetap muda dan menolak tua, karena di usia yang sekarang ini ia sering di panggil tante, emak oleh teman-temannya.

Bidang fashion yang di tekuninya sejak duduk di bangku sekolah ini  berdampak psitif pada diriya, ia lebih suka membuat kostumnya sendiri untuk bercosplay daripada harus beli secara online, karena ia memiliki badan yang kecil dan cukup sulit menemukan kostum yang pas dengan bentuk tubuhnya.

Ia sangat suka dengan kosum lolita yang membuatnya terlihat lebih feminim,sehinnga sampai saaat ini ia sudah membuat lebih dari 10 set kostum lolita, sedangkan kostum anime yang ia buat ada 6 set, dan ia lebih suka bercosplay memakai kostum lolita daripada kostum anime.

Ia bercosplay bukan untuk mengejar popularitas , tapi hanya sekedar untuk bersenang-senang, disamping itu juga karena terobsesi dengan karakter di anime.

Menjadi seorang wanita yang feminim adalah pilihan masing-masing dan tidak boleh ada orang lain yang memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu ingnkan, namun jika hati kecilmu berkata itu adalah perilaku dan penampilan yang kamu inginkan, kamu hanya perlu mengembangan sikap dan perilaku yang tepat. (Aniki Ryan/hobiku.net)